{"id":1562,"date":"2024-03-07T12:19:27","date_gmt":"2024-03-07T05:19:27","guid":{"rendered":"https:\/\/konveksigudangmedia.com\/?p=1562"},"modified":"2024-03-18T15:06:48","modified_gmt":"2024-03-18T08:06:48","slug":"almet-blazer-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/konveksigudangmedia.com\/?p=1562","title":{"rendered":"Almet \/ Blazer Sekolah"},"content":{"rendered":"<div class=\"entry-header\">\n<h1 class=\"jeg_post_title\">Fungsi Jas Almamater Siswa itu Apa sih? Kan Sudah Ada Seragam? Ini Sekolah atau Butik?<\/h1>\n<div class=\"jeg_meta_container\">\n<div class=\"jeg_post_meta jeg_post_meta_1\">\n<div class=\"meta_left\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/encrypted-tbn0.gstatic.com\/images?q=tbn:ANd9GcR7CkRzKbfEg37gepmbsTAKbtOTDCsDD4Wn2g&amp;usqp=CAU\" alt=\"Jas Almamater Siswa Sekolah, Hal Paling Tak Berguna Abad Ini\" width=\"500\" height=\"333\" \/><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"jeg_featured featured_image \">\n<p class=\"wp-caption-text\"><span style=\"font-size: 14.4px;\">Entah kenapa, beberapa tahun belakangan saya sering banget nemuin siswa sekolah, baik negeri maupun swasta, yang makek jas almamater \/ almet sekolahnya. Bahkan adik saya yang saat ini duduk di bangku SMP juga makek jas almamater \/ almet yang serupa.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"entry-content with-share\">\n<div class=\"content-inner \">\n<p>Sebenarnya buat apa sih siswa sekolah itu dibikinin jas<span style=\"font-size: 14.4px;\"> almamater \/ almet<\/span>\u00a0segala? Kan sudah ada seragam. Kenapa dilapisin jas<span style=\"font-size: 14.4px;\"> almamater \/ almet<\/span>\u00a0lagi? Ribet banget dah sekolah hari ini.<\/p>\n<div id=\"div-gpt-ad-multibanner3\" data-google-query-id=\"CMrWs5yy4YQDFYS9SwUdV40FlA\" data-adloox-type=\"slot\" data-adloox-sid=\"84086134067\">\n<div id=\"andbeyond3001\" data-google-query-id=\"CLWK8sCy4YQDFVSKrAIdXi8MOQ\">\n<div><\/div>\n<div id=\"google_ads_iframe_\/21751243814,22550639274\/427278-300-250-1_0__container__\"><span style=\"color: #555555; font-size: 14.4px;\">Padahal saya dulu waktu sekolah tahun 2017-an ke belakang, nggak pernah tuh makek jas<span style=\"font-size: 14.4px;\"> almamater \/ almet<\/span> segala. Mentok saya menempuh pendidikan makek jas<span style=\"font-size: 14.4px;\"> almamater \/ almet<\/span> itu ketika kuliah. Sedangkan sekolah ya makek seragam sekolah biasa, putih biru, putih abu-abu, batik, kotak-kotak, dan lain sebagainya.<\/span><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Sampai saat ini saya masih nggak habis pikir, buat apa coba seorang siswa disuruh makek jas<span style=\"font-size: 14.4px;\"> almamater \/ almet<\/span> segala. Kalau di kampus kan wajar ya, soalnya di kampus tuh nggak ada seragamnya selain jas almamater kampus itu. Jadi kalau ada acara tertentu yang memaksa berseragam ya mahasiswa makek jas itu. Lah, kalau siswa? Jasnya buat apa? Buat seragam? Lah putih abu-abu, putih biru bahkan putih merah itu apa kalau bukan seragam?<\/p>\n<div id=\"div-gpt-ad-multibanner1\" data-google-query-id=\"CMDMs5yy4YQDFe-pSwUdb8wI1Q\">\n<div id=\"google_ads_iframe_\/160553881,22550639274\/Mojok\/Multibanner1_0__container__\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/sumsel.kemenag.go.id\/files\/sumsel\/file\/fotoberita\/1186997.jpg\" alt=\"Kanwil Kemenag :: Sumatera Selatan\" width=\"500\" height=\"375\" \/><\/div>\n<\/div>\n<h2><b>Niru kampus biar terkesan elite<\/b><\/h2>\n<p>Saya pikir sekolah-sekolah hari ini yang banyak menerapkan penggunaan jas<span style=\"font-size: 14.4px;\"> almamater \/ almet <\/span>pada siswanya itu hanya sekadar nurutin gengsi doang. Dengan kata lain, mereka mau meniru model kampus dengan cara yang goblok. Biar terkesan elite, biar terkesan waw di mata publik, biar terkesan elegan di mata wali murid, akhirnya sekolah-sekolah menerapkan penggunaan jas<span style=\"font-size: 14.4px;\"> almamater \/ almet <\/span>sekolah pada siswanya.<\/p>\n<p>Jas sendiri emang asal muasalnya hanya digunakan kalangan ningrat pada kisaran abad 16 atau 17 oleh para bangsawan di Eropa. Bahkan pada 1600-an, oleh\u00a0<a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Charles_II_of_England\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Raja Charles II<\/a>\u00a0dari Inggris, jas dikenakan untuk kegiatan kebangsawanan. Jadi, sejak sejarahnya, jas sudah sangat elitis. Begitupun dengan saat ini jas digunakan mahasiswa juga menarasikan wacana elitis. Dan, kemudian ditiru oleh sekolah untuk sama-sama menarasikan elitis pada sekolah tersebut.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/asset-a.grid.id\/crop\/22x291:1248x1122\/700x465\/photo\/2023\/05\/12\/charles_ii_by_john_michael_wrigh-20230512034321.jpg\" alt=\"Kerap Bernasib Buruk, Benarkah Nama Raja Charles Membawa Kutukan? - Semua Halaman - National Geographic\" width=\"500\" height=\"332\" \/><\/p>\n<p>Ibarat kata mirip dengan wisuda di jenjang sekolah. Wisuda kan asal muasalnya dari jenjang perguruan tinggi pada abad 12 di Eropa. Kemudian ritual akademik ini diterapkan di berbagai kampus di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tapi anehnya, pendidikan jenjang SMA ke bawah di Indonesia ndlalah juga ikut-ikutan melakukan prosesi wisuda yang akar luhurnya di jenjang perguruan tinggi.<\/p>\n<div class=\"flying_carpet_div\">\n<div class=\"parallax_abs\">\n<div class=\"parallax_fix\">\n<div class=\"parallax_ads\">\n<div id=\"gpt-flyingcarpet\" data-google-query-id=\"CIzZs5yy4YQDFcEcgwMdEtQCAA\">\n<div id=\"google_ads_iframe_\/160553881,22550639274\/Mojok\/Flying_Carpet_0__container__\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/www.galerikonveksi51.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Kemeja-Kerah-Putih.jpg\" alt=\"Sejarah Kemeja Dan Perkembangannya | Galeri Konveksi 51\" width=\"353\" height=\"500\" \/><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Begitupun jas<span style=\"font-size: 14.4px;\"> almamater \/ almet <\/span>, khususnya dalam konteks Indonesia, yang awalnya dipopulerkan oleh perguruan tinggi. Namun, tanpa akar sejarah yang jelas, sekolah pun ikut meniru penggunaan jas<span style=\"font-size: 14.4px;\"> almamater \/ almet <\/span> bagi para siswanya. Jangan-jangan kedepan, lama-lama seorang siswa nggak lagi menempuh dan mengerjakan ujian, atau penilaian karakter, tapi mereka disuruh buat skripsi demi kelulusannya.<\/p>\n<\/div>\n<h2><b>Kapitalisasi pendidikan dengan dalih ketertiban<\/b><\/h2>\n<p>Seorang pelaku pendidikan, khususnya birokrat maupun pimpinan sekolah akan menjelaskan bahwa penggunaan jas<span style=\"font-size: 14.4px;\"> almamater \/ almet <\/span>itu demi ketertiban siswa. Nggak mungkin dong mereka bilang cuma niru-niru kampus. Pastinya mereka akan berdalih bahwa jas<span style=\"font-size: 14.4px;\"> almamater \/ almet <\/span>adalah bentuk keindahan, keseragaman, kedisiplinan siswa, pembentukan karakter siswa atau apa pun itu yang bernuansa kebajikan.<\/p>\n<p>Tapi, di balik wacana nan elok itu, terselip bumbu-bumbu kapitalistik untuk meraup cuan wali murid sebanyak-banyaknya. Dengan menerapkan penggunaan jas almamater pada siswa, secara tidak langsung juga menambah biaya pendidikan bagi siswa. Awalnya cuma bayar seragam biasa, eh nambah bayar jas almamater.<\/p>\n<div id=\"div-gpt-ad-multibanner3\" data-google-query-id=\"CNKhxdOz4YQDFesWgwMdn4wAcQ\">\n<div id=\"google_ads_iframe_\/160553881,22550639274\/Mojok\/Multibanner3_0__container__\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1567\" src=\"https:\/\/konveksigudangmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/WhatsApp-Image-2020-11-19-at-14.43.33.jpeg\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"333\" srcset=\"https:\/\/konveksigudangmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/WhatsApp-Image-2020-11-19-at-14.43.33.jpeg 1280w, https:\/\/konveksigudangmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/WhatsApp-Image-2020-11-19-at-14.43.33-600x400.jpeg 600w, https:\/\/konveksigudangmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/WhatsApp-Image-2020-11-19-at-14.43.33-1200x800.jpeg 1200w, https:\/\/konveksigudangmedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/WhatsApp-Image-2020-11-19-at-14.43.33-768x512.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/div>\n<\/div>\n<p>Mohon maaf nih ya, saya yang ngurus pendaftaran adik saya masuk SMP itu sempat kaget dengan biaya daftar ulangnya yang cukup meroket. Lah setelah saya cross\u00a0check ternyata termaktup dengan rapi tulisan biaya jas almamater seharga dua ratus ribu rupiah. Mungkin sedikit bagi beberapa orang, tapi bagi rakyat jelata itu adalah biaya fantastis, apalagi kalau dibuat beli buku udah bisa dapat banyak.<\/p>\n<p>Jika dipikir-pikir lagi, ternyata sekolah hari ini itu nggak hanya menjual pendidikan, tapi juga ternyata menjual baju juga. Jas misalnya, dengan dalih kebutuhan pendidikan, pakaian jas almamater dapat diperjualbelikan demi mendapatkan keuntungan.<\/p>\n<h2><b>Jas almamater nggak digunakan maksimal<\/b><\/h2>\n<p>Akui saja, jas almamater bagi siswa itu nggak ada gunanya. Ketika saya nyambang adik saya di pesantren, saya sempat menanyakan jas almamaternya di mana dan digunakan waktu kapan saja. Katanya, jasnya tersimpan dengan rapi di lokernya, dan hanya digunakan kalau ada acara doang. Misal, ada tamu istimewa sekelas pejabat mampir ke sekolah, ketika ada kegiatan besar di sekolah, atau mentok hanya digunakan ketik ada ujian semester berlangsung. Sedangkan selebihnya cuma sebagai pajangan di lemari.<\/p>\n<div id=\"div-gpt-ad-multibanner1\" data-google-query-id=\"CNyUw9Oz4YQDFcE5gwMdXAIK6A\">\n<div id=\"google_ads_iframe_\/160553881,22550639274\/Mojok\/Multibanner1_0__container__\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/encrypted-tbn0.gstatic.com\/images?q=tbn:ANd9GcREOyyEynVW1Lkqyzhthc7uM8MxfJw0kkGjOwY3nAXaax7KghLYq1U0IcP8zvdI35CCAcg&amp;usqp=CAU\" alt=\"My Own Story: Seragam Sekolah Keren Dalam Drama Korea, 40% OFF\" width=\"499\" height=\"321\" \/><\/div>\n<\/div>\n<p>Maksud saya, buat apa sih buang-buang uang hanya untuk persoalan beginian doang. Hanya untuk pencitraan doang intinya, biar orang-orang tuh kagum dengan sekolah itu. Apalagi beberapa sekolah itu ada yang ngemodel aneh-aneh jas almamater siswanya.<\/p>\n<p>Itu sekolah atau EO fashion show?<\/p>\n<p>Dari pada duit dipakek begituan, mending dibelanjain buat beli buku nggak sih, untuk memperkaya perpus sekolah. Bahkan dibuatkan program satu siswa membaca satu buku tiap minggu. Kan lebih baik begitu biar perpusnya nggak hanya jadi gudang buku, tapi benar-benar menjadi jendela ilmu.<\/p>\n<div class=\"flying_carpet_div\">\n<div class=\"parallax_abs\">\n<div class=\"parallax_fix\">\n<div class=\"parallax_ads\">\n<div id=\"gpt-flyingcarpet\" data-google-query-id=\"COGdxdOz4YQDFZkQgwMd7sYH-g\">\n<div id=\"google_ads_iframe_\/160553881,22550639274\/Mojok\/Flying_Carpet_0__container__\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-DXFo19fHqj4\/YOgeC_DhQaI\/AAAAAAAAKkQ\/i4mmcqS6UQoyBoH055xn7diweqMYUi1fgCLcBGAsYHQ\/s1200\/6%2Bwarna%2Bjas%2Balmamater%2Bkampus%2Bdi%2Bindonesia.jpg\" alt=\"8 Kelompok Warna Jas Almamater Kampus di Indonesia dan Maknanya - Campusnesia.co.id\" width=\"500\" height=\"250\" \/><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Sudahilah wahai pengelolah pendidikan, kembalilah ke fitrah pendidikan untuk mencerdaskan para siswa. Persoalan yang eksistensial coba dipinggirkan, dan lebih mementingkan hal-hal yang mengasah otak siswa. Seragam aja sudah problematis sebagai penundukan dan pengurungan kreativitas siswa. Apalagi nambah-nambah jas almamater yang malah nggak ada urgensinya sama sekali dalam pendidikan.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fungsi Jas Almamater Siswa itu Apa sih? Kan Sudah Ada Seragam? Ini Sekolah atau Butik? Entah kenapa, beberapa tahun belakangan saya sering banget nemuin siswa sekolah, baik negeri maupun swasta, yang makek jas almamater \/ almet sekolahnya. Bahkan adik saya yang saat ini duduk di bangku SMP juga makek jas almamater \/ almet yang serupa. [&#8230;]\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1570,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85,1],"tags":[301,298,304,299,300,302,303],"class_list":["post-1562","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-konveksi","category-uncategorized","tag-almamater","tag-almet","tag-almet-sekolah","tag-jas-almamater","tag-jas-sekolah","tag-konveksi-almet","tag-konveksi-jas-almamater"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/konveksigudangmedia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1562"}],"collection":[{"href":"https:\/\/konveksigudangmedia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/konveksigudangmedia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konveksigudangmedia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konveksigudangmedia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1562"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/konveksigudangmedia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1562\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1569,"href":"https:\/\/konveksigudangmedia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1562\/revisions\/1569"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konveksigudangmedia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1570"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/konveksigudangmedia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1562"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/konveksigudangmedia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1562"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/konveksigudangmedia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1562"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}